Istilah peta
dalam bahasa Inggris disebut map, berasal dari bahasa Yunani yaitu mappa yang
berarti kain penutup meja. Peta dapat diartikan sebagai gambaran permukaan bumi
yang diperkecil pada bidang datarnya dan diproyeksikan dalam dua dimensi dengan
perbandingan tertentu sesuai besarnya sekala peta tersebut. Gambar pada peta
berhubungan dengan bentuk wilayah, misalnya; sungai, gunung, danau, rawa-rawa,
laut, batas wilayah, perkampungan, kota, jalan raya dan sebagainya.
Pengertian
Komunikasi menurut para ahli:
- James A.F. Stoner : Komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.
- John R. Schemerhorn cs : Komunikasi diartikan sebagai proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.
Dari pengertian menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah proses dimana seseorang mengirim maupun menerima simbol-simbol dengan cara pemindahan pesan.
Dengan pengertian masing-masing dari Peta dan Komunikasi diatas, kaitan komunikasi dalam peta yaitu, komunikasi sebagai visualisasi terhadap bentuk Peta. Serta, fungsi komunikasi sebagai informasi dan pemberian simbol-simbol merupakan bentuk pengertian dalam Peta itu sendiri, dimana Peta memberikan gambaran bentuk permukaan bumi untuk masyarakat yang ingin melihat dan membaca Peta tersebut. Jadi, komunikasi dalam Peta sangatlah penting dalam Pengembangan Perencanaan Wilayah dan Kota.
Selain komunikasi dan kaitannya dengan peta, perlu diketahui macam-macam peta sebagai penunjang visualisasi dalam perencanaan sebagai berikut :
1. Menurut Isi Peta
• Peta umum merupakan seluruh penampakan permukaan bumi, baik berupa sungai maupun jalan raya.
- James A.F. Stoner : Komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.
- John R. Schemerhorn cs : Komunikasi diartikan sebagai proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.
Dari pengertian menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah proses dimana seseorang mengirim maupun menerima simbol-simbol dengan cara pemindahan pesan.
Dengan pengertian masing-masing dari Peta dan Komunikasi diatas, kaitan komunikasi dalam peta yaitu, komunikasi sebagai visualisasi terhadap bentuk Peta. Serta, fungsi komunikasi sebagai informasi dan pemberian simbol-simbol merupakan bentuk pengertian dalam Peta itu sendiri, dimana Peta memberikan gambaran bentuk permukaan bumi untuk masyarakat yang ingin melihat dan membaca Peta tersebut. Jadi, komunikasi dalam Peta sangatlah penting dalam Pengembangan Perencanaan Wilayah dan Kota.
Selain komunikasi dan kaitannya dengan peta, perlu diketahui macam-macam peta sebagai penunjang visualisasi dalam perencanaan sebagai berikut :
1. Menurut Isi Peta
• Peta umum merupakan seluruh penampakan permukaan bumi, baik berupa sungai maupun jalan raya.
Gambar 1 Peta Umum Jawa
Barat
Peta umum dibagi menjadi 3 yaitu peta dunia, peta korografi dan peta topografi.
a. Peta dunia ialah peta yang menginformasikan bentuk wilayah negara
seluruh dunia.
b. Peta korografi yaitu peta yang menyajikan sebagian maupun seluruh permukaan bumi dengan skala kecil.
c. Peta topografi ialah peta yang memberi informasi permukaan bumi serta relief atau bentuknya.
b. Peta korografi yaitu peta yang menyajikan sebagian maupun seluruh permukaan bumi dengan skala kecil.
c. Peta topografi ialah peta yang memberi informasi permukaan bumi serta relief atau bentuknya.
Gambar 2 Peta Topografi Gunung Merapi
• Peta khusus yaitu peta yang menyajikan informasi penampakan tertentu. Penggunaan simbol merupakan ciri dalam peta khusus ini. Peta khusus dibagi menjadi 5 yaitu peta iklim, peta sumber daya alam di Indonesia, peta tata guna lahan, peta persebaran penduduk dunia dan peta geografi.
a. Peta iklim ialah peta yang menggambarkan iklim melalui simbol-simbol dalam warna.
b. Peta sumber daya alam di Indonesia yaitu peta yang menyajikan potensi sumber daya alam di Indonesia.
c. Peta tata guna lahan adalah peta yang menggambarkan pola penggunaan lahan suatu wilayah.
d. Peta persebaran penduduk dunia ialah peta yang menyajikan perbedaan kepadatan penduduk di seluruh dunia.
e. Peta geologi yaitu peta yang menggambarkan jenis batuan dan
simbol- simbolnya.
Gambar 3 Peta Geologi
Kecamatan Karangkobar
2. Menurut Skala Peta
Ada 5 macam-macam peta menurut skala peta sebagai berikut :
a. Peta kadaster yaitu peta dengan skala 1:100 sampai 1:5.000
b. Peta skala besar yaitu peta dengan skala 1:5.000 sampai 1:250.000
c. Peta skala sedang yaitu peta dengan skala 1:250.000 sampai 1:500.000
d. Peta skala kecil yaitu peta dengan skala 1:500.000 sampai 1:1.000.000
e. Peta geografi yaitu peta dengan skala lebih kecil dari 1:1.000.000
Jika terdapat
macam-macam peta, maka terdapat unsur-unsur peta yang merupakan pelengkap dalam
peta, unsur ini dapat dikatakan sebagai syarat sebuah peta.
a. Judul
peta yang wajib ditulis besar dan jelas agar dapat diketahui lokasi peta tersebut.
b.
Legenda yaitu keterangan dari lambang-lambang dalam peta.
c.
Simbol peta merupakan tanda khusus dalam peta, seperti titik, garis, warna dan daerah.
d. Arah
mata angin agar pembaca dapat mengetahui arah mata angin dalam peta.
e. Skala
peta yaitu angka yang menunjukkan perbandingan jarak pada peta tersebut dengan sebenarnya.
f.
Lettering yaitu tulisan dan angka yang memperjelas simbol maupun lambang dalam
peta.
g. Inset
yaitu bentuk peta kecil yang ada dalam peta itu sendiri, sebagai penunjuk lokasi
yang dipetakan.
h. Garis
astronomis adalah garis yang berguna untuk menentukan lokasi suatu wilayah.
i.
Sumber dan tahun pembuatan peta agar mengetahui darimana peta tersebut diperoleh serta kapan pembuatan peta itu
Unsur-unsur
peta ini memuat perencanaan tata ruang yang telah diatur dalam UU Nomor 26
tahun 2007 tentang penataan ruang. Perencanaan tata ruang itu sendiri adalah
proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan
dan penetapan rencana tata ruang. Dibawah ini gambaran tentang perencanaan tata
ruang serta hierarkinya.
Gambar 4 Produk
Perencanaan Tata Ruang
Visualisasi peta pada produk perencanaan diatas dapat dibedakan melalui penyimpanan data melalui
komputer, proses komputasinya, dan penyajian informasi pada masing-masing RDTR,
RTR maupun RTRW sesuai peta yang ada.
Keberagaman latar belakang masyarakat merupakan tantangan dalam
perencanaan tata ruang, karena tidak semua masyarakat dapat membaca sebuah
peta, terdapat beberapa media-media informatif sebagai media visual pada
perencanaan sebagai berikut :
a. Gambar atau foto, karena gambar atau foto adalah gambaran umum
masyarakat awam yang mudah dimengerti.
b. Poster dibuat pada kertas, kain yang dapat mengajak orang lain
untuk melihatnya.
c. Sketsa yaitu gambaran draft kasar yang menyajikan bagian pokok
atau penting.
d. Diagram untuk memperjelas penyajiannya yang kompleks namun
sederhana.
e. Bagan atau chart untuk menyajikan ide-ide maupun konsep yang
sulit jika disajikan secara tertulis.
f. Grafik menggunakan data komparatif yang merupakan gambaran
sederhana berupa titik, garis atau simbol.
Selain media-media visual informatif diatas, dalam perencanaan terdapat
perangkat atau software yang dapat menunjang komunikasi itu sendiri. Di bawah
ini merupakan software-software tersebut :
1. AutoCAD yaitu perangkat lunak CAD yang berfungsi untuk
menggambarkan maupun mendesain objek dalam bentuk 2 dimensi
ataupun 3 dimensi.
Gambar
5 AutoCAD
2.
ArcGIS adalah software untuk membuat peta secara detail yang dikembangkan oleh
ESRI.
Gambar
6 ArcGIS
3.
SketchUP adalah software yang digunakan dalam desain grafis dengan bentuk 3 dimensi untuk dirancang sesuai keahlian.
Gambar
7 SketchUP
4.
Corel Draw merupakan software untuk editing pada vektor garis dan mengolah gambar.
Gambar
8 Corel Draw
Jadi, dapat diketahui perbedaan dari
masing-masing kegunaan perangkat diatas. Maka dari itu, dalam menunjang
visualisasi dalam perencanaan dibutuhkan lebih dari 1 perangkat yang
menyempurnakan kegunaannya masing-masing.
Sumber Referensi:
Aronoff, S. 1989.
Geographic Information System: A Mangement Perspective. Ontario: WDL
Publications.
Dulbahri. 1996. Sistem
Informasi Geografis. Yogyakarta: UGM Press.
Lillesand dan Kiefer. 1990.
Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Yogyakarta: UGM Press.
Sutanto. 1986. Penginderaan
Jauh,Jilid I. Yogyakarta: UGM Press.
Maruli Sinaga. 1995.
Pengetahuan tentang Peta. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
Prof. Deddy Mulyana, M.A.,
Ph.D., Ilmu Komunikasi , Rosda, 2007.
http://www.pelajaran.click/2015/10/pengertian-peta-dan-unsur-unsur-peta.html
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan RuangBadan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota MakassarPemerintah Provinsi DKI JakartaBadan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Wonogiri
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan RuangBadan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota MakassarPemerintah Provinsi DKI JakartaBadan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Wonogiri
Dadang. 2009. Pengenalan Media Pembelajaran.
Pusat Pengembangan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa.
http://bentangalam-hutantropis.fkt.ugm.ac.id/arc-gis/http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-dan-kegunaan-program-corel-draw/
http://tips-tutorial.com/fungsi-autocad-dan-tips-belajar-autocad/
http://www.ilmutekniksipilindonesia.com/2016/04/pengertian-tentang-sketchup.html
http://www.ilmutekniksipilindonesia.com/2016/04/pengertian-tentang-sketchup.html







Tidak ada komentar:
Posting Komentar